• April 18, 2021 12:17 am

eisenfeuer.com

FLORA DAN FAUNA

Cukup Mudah, Ini Dia Cara Merawat Ayam Petelur

Byadmin

Feb 11, 2021
Cara Merawat Ayam Petelur

Cukup Mudah, Ini Dia Cara Merawat Ayam Petelur – Tidak hanya daging ayam, kebutuhan manusia akan telur pun meningkat. Disinilah peternak ayam petelur sangat dibutuhkan. Jika Anda berminat, prospek usaha yang satu ini cukup menggiurkan, meskipun Anda membutuhkan modal yang cukup besar untuk memulainya.Tidak hanya sekedar modal, Anda juga harus telaten serta tekun, hingga akhirnya bisa menikmati keuntungan. Agar keuntungan bisa mengalir setiap hari, maka ayam-ayam harus bisa bertelur setiap hari juga.

Baca Juga : Rekomendasi Situs Membeli Anjing Tepercaya

Lantas, bagaimanakah sebaiknya merawat ayam petelur, berikut ini sejumlah tips yang bisa Anda ikuti.

Mempersiapkan Lokasi dan Kandang

Hal pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin memulai beternak ayam, maka harus menyiapkan kandang yang tepat serta lokasi yang pas. Karena bagaimanapun juga memelihara ayam dalam jumlah banyak, biasanya akan mengganggu masyarakat sekitar. Ini disebabkan, bau kotoran ayam yang dihasilkan. Untuk lokasi kandang ayam, pastikan jauh dari keramaian dan padatnya penduduk. Tidak hanya berguna untuk manusia, sehingga terhindar dari virus yang mungkin saja dibawa unggas ini. Posisi ini juga menguntungkan ayam karena dapat mengurangi stress karena dekat dengan manusia.

Sementara untuk jenis kandangnya sendiri, wajib disiapkan dengan sangat baik. Adapun jenis kandang yang bisa digunakan adalah kandang koloni dan kandang baterai. Kandang koloni digunakan untuk meletakkan ayam dalam satu kandang besar. Kemudian kandang baterai adalah desain kandang yang paling banyak digunakan, karena memang memudahkan peternak untuk memanen telur. Untuk kedua kandang ini, Anda bisa membuatnya sendiri atau memesan langsung di pengrajinnya.

Yang pasti, kandang yang telah ditempati ayam harus dibersihkan secara berkala agar terhindar dari penyakit maupun kutu. Begitu juga dengan alas kandangnya, setidaknya satu kali dalam seminggu, Anda harus menggantinya. Tidak hanya manusia, ternyata tempat yang bersih pun, mampu membuat ayam tidak stress. Namun, jika ayam yang Anda miliki jumlahnya belum banyak, sepertinya kegiatan membersihkan kandang, tidak perlu dilakukan terlalu sering.

Memilih Ayam

Setelah menentukan lokasi untuk menempatkan kandang, berikutnya cara memilih yang akan diternakkan. Anda memilih ayam ras yang unggul untuk dibudidayakan dan ini merupakan bagian yang sangat penting, sehingga memudahkan Anda dalam merawat ayam petelur. Bagaimanapun juga, bibit ayam petelur atau DOC kelak harus mampu memproduksi telur dalam hitungan waktu 18 hingga 20 minggu saja. Di mana pada usia ini, ayam telah menginjak usia dewasa dan bila bibit bagus maka bisa dipastikan panen telur bisa didapat setiap harinya.

Dari bibit yang bagus ini, akan didapat pula kualitas telur yang bagus, sehingga Anda tidak akan mengalami kerugian. Untuk DOC yang akan Anda beli, pastikan dibeli dari indukan yang juga sehat, berikutnya letakkan anak ayam petelur ini ke dalam kandang yang kering, bersih dengan suhu yang tepat. Jangan lupa untuk meletakkan tempat air dan makanan yang sudah terisi.

Setelah COD berada di kandang, pastikan Anda telah menyiapkan air gula merah yang digunakan untuk mengembalikan stamina anak-anak ayam, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selanjutnya agar DOC merasa nyaman, kandang sebaiknya ditutup namun tetap diberikan ventilasi udara yang cukup. Kandang untuk DOC jelas berbeda dengan kandang untuk ayam yang sudah lebih besar. Karena memang DOC ini, mudah mengalami kembung, terkena serangan virus juga bakteri yang bisa membuatnya mati. Sertakan juga brooder atau penghangat di dalam kandang agar DOC bisa tetap merasa hangat. Proses awal cara merawat ayam petelur ini memang harus intensif. Secara berkala, Anda harus memonitor suhu mereka, hingga memastikan pasokan air serta makanannya sudah cukup memadai. Pakan untuk DOC ini juga sebaiknya dipilih yang memiliki protein tinggi dan memiliki tekstur yang lembut.

Langkah selanjutnya ketika DOC sudah mulai bertumbuh dan masuk ke masa bertelur, maka pindahkan ayam pada kandang layer, dengan memperhatikan beberapa ketentuan, seperti: temperatur kandang, luas serta konstruksinya, hingga peralatan yang wajib ada di dalam kandang. Untuk ayam petelur dewasa, sebaiknya diletakkan di kandang yang bersuhu 32.2 – 35 derajat celcius.

Kelembaban kandang berkisar antara 60% hingga 70& dengan penerangan yang sebaiknya disesuaikan. Pastikan kandang mendapat cukup sinar matahari dan tidak melawan arah mata angin. Jangan lupa untuk menyiapkan kandang yang khusus digunakan untuk meletakkan ayam yang sakit, sehingga tidak menular pada ayam lainnya. Dan yang tidak bisa Anda abaikan adalah meletakkan ayam pada kandang yang benar-benar kokoh agar terhindar dari serangan predator.

Pemberian Pakan

Telah disebut sedikit di atas, bahwa cara merawat ayam petelur, juga dengan memperhatikan asupan makanannya. Untuk ayam petelur fase starter atau umur 0-4 minggu, maka kandungan gizi dari pakannya, harus mengandung protein sebanyak 22-24%, lemak 2,5%, kemudian serat kasar 4%. Kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi adalah Kalsium (Ca) cukup 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, serta ME 2800-3500 Kcal. Yang pemberiannya pun disesuaikan dengan usianya. Di mulai dari 17 gram per hari untuk masing-masing DOC hingga 91 gram per hari untuk masing-masing DOC yang telah berusia 22-29 hari.Fase DOC yang kedua yaitu fase finisher atau berumur 4-6 minggu yang kandungan gizi dari pakannya harus lebih tinggi lagi. Pemberiannya sendiri mulai dari 111 gram per hari untuk masing-masing ekor, untuk ayam berumur 30-36 hari. Hingga ayam petelur yang berumur 51-57 hari, maka jumlah pakan yang harus diberikan sekitar 161 gram per harinya.

Pemberian Minum

Untuk pemberian minum pun harus diperhatikan dan disesuaikan dengan umur ayam. Untuk fase starter umur 1-7 hari butuh 1,8 liter perhari untuk 100 ekor, kemudian 3,1 liter untuk umur DOC 8-14 hari. Hingga 7,7 liter per hari untuk DOC berumur 22-29 hari.Meningkat pada fase finisher yang membutuhkan 9,5 liter per hari untuk 100 ekor ayam, berumur 30 hingga 36 hari. Hingga yang terbanyak, dibutuhkan 14, 1 liter per hari untuk ayam berusia 51-57 hari.

Pemberian Vaksinasi

Kandang, pakan, minum telah diungkapkan di atas dan ini hal lain yang wajib Anda ingat, untuk melengkapi cara merawat ayam petelur. Ya, Anda tidak boleh melewatkan vaksinasi secara teratur agar ayam terhindar dari virus. Untuk vaksin ayam terdiri atas 2 macam, yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Kedua vaksin ini sangat dibutuhkan terutama agar terhindar penyakit yang kerap terjadi, yaitu ayam ngorok. Selain vaksin, Anda juga bisa menambahkan suplemen agar produksi telur meningkat. Untuk jenis suplemennya sendiri, baiknya mengandung Vitamin C dan E yang tinggi. Dan tentu saja, ada takaran yang wajib Anda patuhi.

Jika kalian mencari Motif Batik Daerah kalian bisa mengunjungi artikel ini https://jonathanwardlondon.com/2021/02/11/motif-batik-daerah/ .

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai cara merawat ayam petelur yang bisa Anda coba. Sekali lagi, untuk mendapatkan hasil terbaik dari ayam petelur, maka sebaiknya pilih DOC dari peternak yang Anda percaya, sehingga kemungkinan besar Anda mengalami kerugian bisa diminimalisir.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *